Who I am. Siapakah aku ini Tuhan?.
Kisahku dimulai saat aku merasa keluargaku tak pernah memperhitungkan aku. Aku adalah anak ke 5 dari 6 bersaudara, Aku dibesarkan oleh papa dan mama dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan.
Orangtuaku beragama Kristen Protestan dan aku tumbuh menjadi seorang Kristen dengan rutinitas beribadah selain kegiatanku yang lain.
Ketika aku anak-anak, sekolah minggu selalu yang utama sampai aku dewasa aku terlibat dalam semua kegiatan rohani di dalam sebuah persekutuan angkatan muda. Seiring dengan waktu, aku mengenal seseorang yang sangat special dan dia sangat menyayangi dan peduli terhadap aku.
Semua yang tak pernah kudapat di dalam keluargaku sehingga aku sangat menaruh harapan kepadanya, kuanggap dia segalanya yang hadir sebagai penolongku. Tetapi kenyataan berbicara lain dia yang kupercaya yang adalah segalanya bagiku membuat aku kecewa serasa seperti petir hatiku dihantam.
Hari-hariku hanya bisa diam dan membisu sehingg aku bertemu dengan seseorang di suatu malam di kamar tidurku, Dia adalah Cahaya yang bersinar terang yang menyilaukan pada saat kutoleh kearah cahaya itu ada suara yang menyapa katanya:” engkau tidak layak “ tiba-tiba aku menangis menjerit membuat sesak nafasku dan kudengar lagi :
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Disinilah awal perjumpaanku dengan pribadi yang selama ini kukenal adalah sebagai sosok yang berkuasa yang sangat jauh dan tak dapat dijangkau. Sejak saat itulah aku mempunyai kerinduan untuk mengenal pribadi itu lebih dekat lagi hingga aku memutuskan untuk meninggalkan tempat kuliahku.
Aku pergi dan mencari pribadi yang kurindu tanpa biaya apapun lewat hambanya aku tiba di malang lebih lengkapnya lagi “ Sekolah Alkitab Batu Malang “. Di sekolah ini adalah saat perjumpaan yang indah diawali dengan latar belakang kehidupan yang berbeda tetapi mempunyai satu tujuan yaitu melayani Tuhan, membawa kami untuk saling mengerti dan menerima satu sama lain dengan kesehatian diantara kami. Membuat suka dan duka dihadapi bersama, senyum-mu adalah senyumku, tangismu adalah tangisku selalu ada selalu hadir dalam kehidupan kami.
Kami siswa-siswi angkatan 45 punya semboyan : Laskar Kristus yang terdiri dari 152 siswi dan 117 sisiwa. Di tempat ini hidupku bahhkan semua teman sungguh menyadari bahwa hidup kami bagaikan bejana-bejana yang harus mengalami pembentukan, agar menjadi lebih indah di tangan sang penjunan.
Kami ditempa sepeti layaknya seorang prajurit, Angkatan 45 adalah angkatan perjuangan. Dengan perisai iman dan pedang Roh Kudus kami tampil sebagai laskar-laskar Kristus yang siap maju menjadi pemenang bersama Yesus. Maju sebagai seorang panglima yang tangguh, pantang menyerah dan satu tekad yang teguh dengan ketulusan hati serta kekudusan hidup di medan pelayanan yang Tuhan siapkan untuk kami.
Inilah hari-hari hidupku bersama dengan Tuhan. disini aku bertemu dengan pribadi yang selau kurindukan itu , aku merasa sangat dekat, Dialah pribadi yang pantas untuk dipecaya yang sangat kukagumi….. satuhal jangan percaya kepada siapapun percayalah kepada Tuhan dan tarulah harapan kepada-Nya engkau tak akan pernah dikecewakan .
(Roma 5:5. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita)
Perjumpaan yang indah bersama Tuhan., aku jatuh cinta kepada-Nya. .
Sungguh indah kau Tuhan,
penuh kasih dan sayang ,
kau tempat perlindungan
bagi setiap hati yang terluka.
Sejak itulah kuserahkan seluruh hidupku pada-Nya. Hanya Tuhan yang mengerti hati kita. Dia bagaikan air yang mengalir ditepi aliran sungai hidupku menyuburkan pohon-pohon hatiku menjadi lebih hijau dan berbuah manis untuk dipetik. Hidupku jadi berharga, aku diberi makan, aku diberi pakaian, aku diberikan tempat tinggal, aku diberikan kehormatan.
Aku diberikan yang terbaik dan istimewa karena aku istimewa aku adalah milikNya harta kesayanganNya, biji mataNya, “Aku berharga dimata Tuhan.”
Di kesempatan ini aku ingin berbagi kasih Tuhan kepada saudara-saudari semua lewat kesaksian demi kesaksian yang dituangkan dalam sebuah cerita kehidupan yang bermakna cerita tentang Tuhan Yesus sang pembawa damai dan sukacita bagi seisi dunia.
Namaku : Monica Risamena, papaku dan mamaku memiliki darah Tionghoa dari kota Ambon Manise. Papaku bermarga Ang/Risamena (almarhum) dan mamaku bermarga Tan/Hethariun.
Statusku menikah. Ak u punya satu suami (Irwanto) yang adalah Imam dalam keluargaku dan juga sebagai dosen di salah satu Universitas di kota Ambon serta pelayan Tuhan dirumah Tuhan. Aku mempunyai 4 anak yang luar biasa (Deborah 10thn, Yehuda 7 thn, David 3 thn, Jonathan 3 thn)
Sungguh baik Tuhan. itu,banyak perkara yang sudah Tuhan buat dalam hari –hari hidupku bersama keluarga.


Recent Comments